Kamis, 07 Juli 2011

Teori pertumbuhan ekonomi wilayah

TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI WILAYAH
Pertumbuhan ekonomi wilayah adalah pertumbuhan pendapatan masyarakat secara keseluruhan yang terjadi di wilayah tersebut,yaitu kenaikan seluruh nilai tambah yang terjadi. Perhitungan Pendapatan Wilayah pada awalnya dibuat dalam harga berlaku, namun agar dapat melihat pertambahan dari satu kurun waktu kekurun waktu berikutnya harus dinyatakan dalam nilai riel,artinya dalam harga konstan.Pendapatan wilayah menggambarkan balas jasa bagi faktor-faktor produksi didaerah tersebut (tanah ,modal,tk,teknologi) tetapi selain balas jasa tersebut juga ditentukan oleh transfer payment yaitu bagian pendapatan yang mengalir  keluar wilayah atau mendapat dana dari luar wilayah. Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output perkapita dalam jangka panjang ,dan pertambahan output harus lebih besar dari pada pertambahan jumlah penduduk.Teori pertumbuhan yang menyangkut ekonomi nasional cukup banyak,disini hanya dikutip yang terkait dengan dengan kebijakan yang dapat ditempuh daerah.Teori yang akan dibahas adalah:
a.Teori ekonomi klasik
b. Teori Harrod – Domar
c. Teori Solow – Swan
d. Teori Turnpike ( teori jalur cepat)
e. Dan teori pertumbuhan regional (export base model,neo klasik,Cumulative Causation, Core periphery)

B.     Teori Ekonomi Klasik
1.Adam Smith
Orang yang pertama membahas pertumbuhan ekonomi secara sistematis adalah Adam Smith(1723 – 1790) dalam bukunya ‘An Inquiry into the nature and causes of the wealth of nation(1776)” Inti ajarannya adalah :
- Agar masyarakat diberi kebebasan seluas – luasnya dalam menentukan kegiatan ekonomi,dengan sistem ekonomi bebas akan menciptakan efisiensi,membawa ekonomi pada kondisi full employment dan mencapai posisi stationary artinya sumberdaya alam sudah termanfaatkan seluruhnya,jika ada penganggur itu hanya bersifat sementara.
- Pemerintah tidak perlu campur tangan dalam urusan perekonomian,pemerintah menciptakan kondisi(aman,kepastian hukum,keadilan) dan menciptakan fasilitas yang mendorong swasta berperan dalam perekonomian.
( menurut Schumpeter mengatakan bahwa posisi stationary tidak akan terjadi karena manusia akan selalu melakukan inovasi).
2. J.M.Keynes(1936)
Mengatakan bahwa untuk menjamin pertumbuhan yang stabil perlu menerapakan:
a.        Kebijakan fiskal
b.      Kebijakan moneter
c.       Pengawasan langsung
Dari dua pandangan tersebut,ada kelompok yang mendukung Smith dan Keynes tetapi kedua kelompok tetap mengandalkan mekanisme pasar dan pemerintah tetap menciptakan distribusi pendapatan yang tidak terlalu pincang sehingga pertumbuhan ekonomi mantap dan berkelanjutan.
            Pandangan Smith tentang ekonomi wilayah tidak sepenuhnya bisa diterapkan seperti tentang lokasi dari kegiatanekonomi( sesuai tata ruang yang berlaku/diatur maka kegiatan ekonomi harus memilih diantara lokasi yang diperkenankan). Sedangkan pandangan Smith yang masih relevan dengan perencanaan pertumbuhan ekonomi wilayah antara lain:
a.       Memberikan kebebasan berusaha pada lokasi yang diperkenankan.
b.      Tidak mengeluarkan peraturan yang menghambat pergerakkan orang / barang
c.       Tidak membuat tarif pajak daerah yang lebih tinggi dari daerah lain,yang menyebabkan pengusaha enggan berusaha didaerah tersebut.
d.      Menjaga keamanan
e.       Menyediakan berbagai fasilitas dan prasarana supaya beroperasi dengan efisien
Teori Smith ini akan tumbuh subur pada kondisi pasar sempurna,pemda tidak memberi hak monopoli / monopsoni kepada pihak swasta serta informasi disebarkan luas kepada masyarakat.

C.    Teori Harrod – Domar
Dikembangkan oleh Roy F. Harrod 1948 di Inggris dan Evsey D.Domar(1957) di As.Dia menggunakan perhitungan yang berbeda tetapi memberikan hasil yang sama dan ide yang sama .Teori ini melengkapi teori Keynes yang melihatnya dalam jangka pendek (kondisi statis) sedangkan Harrod – Domar melihatnya dalam jangka panjang (kondisi dinamis).Teori Harrod Domar didasarkan pada asumsi :
a.       Perekonomian bersifat tertutup
b.      MPS = 0
c.       Proses produksi memiliki koefisien yang konstan
d.      Tingkat pertumbuhan angkatan kerja konstan sama dengan pertumbuhan penduduk.
Atas dasar asumsi tersebut, Harrod – Domar membuat analisis dan menyimpulkan bahwa pertumbuhan jangka panjang yang mantap(seluruh kenaikan produksi dapat diserap oleh pasar) jika terpenuhi syarat – syarat keseimbangan sebagai berikut:
                                   g = k = n
g = Growth (tingkat pertumbuhan output)
k = Capital (tingkat pertumbuhan modal)
n = Tingkat pertumbuhan angkatan kerja
Agar terdapat keseimbangan maka S dan I harus terdapat kaitan yang saling menyeimbangkan , padahal peran k untuk menghasilkan tambahan produksi ditentukan oleh v (output capital rasio). Jika I = S maka:  = =  = =  =
Agar pertumbuhan mantap,harus terpenuhi syarat g = n = s/v

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar